3.24.2009

0

Orang Malaysia Belajar (lagi) di Dipaweb


Hanya berselang dua minggu di bulan maret ini kami Dipaweb telah memiliki 2 orang siswa dari Malaysia.

Setelah sukses mengadakan pelatihan website kategori expert untuk encik Fairus salah seorang Top 10 fotografer terkenal dari Malaysia, yang merupakan siswa mancanegara pertama kami. Sekedar info beliau salah satu fotografer nya pernikahan artis Bunga Citra Lestari beberapa saat lalu.

Saat pelatihan website yang normalnya 2 hari full day, karena ingin lebih dalam lagi belajar, encik Fairus menambah waktu belajar 1 hari lagi walau harus menambah biaya. Karena buat beliau berapapun biayanya tidak masalah selama mendapatkan ilmu dari kami. Website hasil pelatihan di dipaweb milik encik fairus dinamakan portal ’perkahwinan’ Malaysia, weddingzone.asia

Hanya berselang 1 minggu kemudian, dipaweb kembali menerima permintaan pelatihan website toko online dari orang Malaysia. Kali ini siswa kami adalah seorang mahasiswi, putri dari seorang petinggi Petronas yang lagi mengunjungi orang tuanya di Indonesia. Bahkan kategori yang diambil kali ini adalah full package dari Basic hingga Expert.

Bila encik Fairus menemukan dipanet dari hasil penjelajahan mesin pencari mbah Google dari malaysia.
encik fairus dari malaysia dan Trainer dipaweb
Shakira sang mahasiswi menemukan link ke dipanet dari penayangan profil bisnis alumni dipanet Mbak Febry pemilik toko online perhiasancantik.com, di acara selamat pagi yang ditayangkan TV Trans7 beberapa saat lalu. Alumni dipanet ini juga pernah diliput oleh beberapa media termasuk KOMPAS.

Dengan terindex di mesin pencari Google sebagai sarana promosi online sangat membantu bisnis untuk didatangi prospek hingga mancanegara. Dan promosi melalui berbagai media baik cetak dan tv sangat efektif meningkatkan awareness bisnis, seperti yang di alami perhiasancantik.com yang diakui pemiliknya cukup kewalahan menangani pesanan setelah diliput media

Fenomena lain dari pelatihan website dan toko online yang diselenggarakan oleh dipanet. Permintaan pelatihan kategori ’expert class’ lebih banyak diminati dibanding pelatihan kategori ’basic class’ termasuk 2 orang siswa dipaweb yang dari Malaysia.

Alasan yang diberikan encik Fairus dari wedding zone malaysia. Untuk belajar tingkat ’basic’ semua orang bisa belajar dari buku, tutorial dan sejenisnya, namun resources kategori ’expert’ masih sangat terbatas, sehingga beliau memilih belajar ’offline’ ke dipanet jauh-jauh dari Malaysia.

Berikut sedikit testimoni dari encik Fairus

”Terima kasih kepada Dipa Mitra Cyber kerana telah mengajar saya "how to be the joomla expert" u are very-very good boy!.Setelah saya pulang ke Malaysia,terlalu banyak yang saya telah pelajari tentang joomla.Lihat lah website saya yang dahulu hanya biasa sahaja,dan sekarang menjadi sangat luar biasa.

Hope u all akan lebih sukses dan akan menjadi "Good place to learn IT and specialist Joomla at Indonesia!" amin......”

Selengkapnya......

3.08.2009

0

Alumni Dipaweb : Dua bulan buka toko online diliput Trans7 dan Kompas

Assalamualaikum wr wb

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih tak terhingga saya ucapkan kepada Pak Ivan dan Kang Wawan dari Kursus Website & Toko Online yang banyak membantu saya dalam mempromosikan perhiasan cantik. Mohon maaf jika sharing seputar perhiasan cantik agak terlambat. Karena setiap rentetan peristiwa yang saya alami bergerak begitu cepat.
perhiasancatik.com diliput Trans7

Diawali oleh ajakan Pak Ivan utk joint facebook. Rasanya malas kalau harus belajar memahami facebook. Tapi berhubung saya merasa tidak enak bolak balik diajak oleh suhu Dipanet akhirnya dengan amat terpaksa saya joint ke facebook. Ndilalah penjualan produk saya banyak yang melalui facebook disamping beberapa kenalan baru juga tertarik utk kursus perhiasan. Menyesal saya, kenapa tidak dari dulu joint facebook??

Selang beberapa waktu majalah Her World secara tiba2 menghubungi saya untuk wawancara. Tidak pernah terfikir dalam benak saya utk diliput oleh media manapun. Apalagi sekelas Her World. Bahkan dengan mudahnya saya memberikan semua pengaruh negatif kepada Her World agar tidak meliput perhiasan cantik. "Maaf mba, perhiasannya jelek, stok sedikit dan saya jg banyak kerjaan dikantor yg harus diurus" timpal saya. (ah sombong sekali si Febry, sok gak butuh! padahal....). Seiring berjalannya waktu, hanya tinggal penyesalan yang saya rasakan. "kesempatan tidak datang 2x, u have to Fight! semangattttttt!" itu yang selalu terngiang2 dalam benak saya. Saya berjanji agar jangan pernah menolak kesempatan yang datang jika iya menyapamu.

Tanpa diduga tabloid Peluang usahapun ikut-ikutan mempromosikan perhisancantik. Saya sempat bertanya, "dapat info dari mana pak tentang perhiasancantik?", jawabnya, "karena di google perhiasan cantik barada di ranking dua setelah koleksi kiki dan kami tertarik utk mempromosikan kursusnya di tabloid peluang usaha". Wow ternyata nama domain juga berpengaruh terhadap kualitas pencarian kata kunci.
perhiasancatik.com diliput Kompas

Dua hari berturut-turut tepatnya pada tanggal 28 Feb 2009 dan tanggal 1 Maret 2009 Perhiasan cantik ikut bergabung dalam Festival Entrepreneur yang diadakan Oleh TDA. Sekali lagi itupun karena kesempatan yang diberikan oleh pak Ivan. Secara Her World sudah menjadi pelajaran berharga utk saya, maka saya akan memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin. Wow ternyata tidak sia2. Omzet 8x lipat dari sewa tempat.

Antara percaya dan tidak percaya, kemarin saya diliput oleh trans7 dan hari ini kompas berkunjung ke rumah saya untuk meliput perhiasan cantik . Walau sementara ini hanya utk liputan di kompas image.com tetapi cukuplah buat perhiasan cantik dilirik di berbagai media massa.

Seperti yang dikatakan oleh pak Agustaf Alfi bahwa saat kita memulai bisnis dengan niat ingin membahagiakan orang tua, dan mensejahterakan orang2 sekitar maka akan banyak kemudahan dalam menempuh jalan tersebut. Itupun yang saya alami saat ini. Berbagai moment penting datang silih berganti. Saya hanya berharap semoga rezeki yang saya dapat adalah rejeki yang barokah.

Beberapa foto saya lampirkan sebagai bukti bahwa trans7 dan kompas pernah bertandang ke base camp perhiasan cantik.. Saat ini saya sudah punya 3 orang karyawan yang sebelumnya menganggur. Mudah2an saya bisa lebih banyak lagi membantu ibu2 lainnya agar dapat meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitar.

Demikian curhatan dari saya. Semoga kesuksesan menjadi milik kita semua.
Wassalamualaikum wr wb
Febry

Selengkapnya......

2.19.2009

0

Orang Malaysia saja mau belajar di Dipaweb


Gak salah tuh? bukankah penetrasi internet di Malaysia udah lebih dari 50%? masa mau belajar ke Indonesia yang lebih tertinggal? apalagi langsung memilih Dipanet sebagai tempat belajar, sulit dipercaya tapi ini nyata.

Ceritanya tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB dan di Malaysia udah tengah malam waktu yang tidak biasa untuk menelpon bila tidak penting, saya pun udah siap-siap untuk istirahat. Tiba-tiba handphone berdering, siapa sih malam2 begini masih nelpon? dengan sedikit segan akhirnya telpon diambil juga.

Sekilas dilayar terlihat nomor penelpon yang tidak dikenal dan yang agak aneh kodenya adalah +601967xxx, terlintas siapa yang nelpon malam begini dari Malaysia? walau punya beberapa kenalan di negeri jiran saat pernah bertugas beberapa tahun lalu semasa masih TDB di sebuah perusahan swasta, tapi praktis saya udah jarang berkomunikasi dengan mereka, kalopun ada hanya melalui email atau chat saja.

Akhirnya telpon diterima juga, di ujung sana terdengar suara seorang pria dengan logat melayu yang coba gunakan bahasa indonesia dengan sedikit kaku, setelah basa-basi saling berkenalan ternyata si penelpon bernama encik Ahmad dari Kuala Lumpur, wah ternyata memang telpon dari Malaysia dari orang yang belum dikenal, beliau tahu nomer saya dari website dipaweb bahkan saat menelpon sedang online di website kami.

Singkat cerita encik ahmad ingin belajar membuat website dari orang yang kompeten atau expert. Saat saya tanya kenapa harus belajar ke Indonesia? Dia menjawab di Malaysia banyak yang juga expert tapi mereka tidak punya waktu untuk mengajarkan ke orang lain atau minimal ke encik ahmad dengan istilah lain mereka agak sombong lah menurut dia. (wah peluang nih batin saya).

Setelah berbicara banyak tentang kebutuhan encik Ahmad untuk belajar membuat website dan teknis pembelajaran yang ada di Dipaweb. Akhirnya beliau memutuskan untuk memilih kelas privat intensif. Rencana beliau akan ke Jakarta awal maret ini dengan agenda utama belajar di Dipaweb selain ada urusan pribadi lainnya. Luar biasa perasaan saya berkecamuk hanya dalam 12 menit percakapan telpon kami Dipanet telah berhasil mendapatkan calon siswa internasional pertama. Alhamdulillah

Indahnya lagi saat encik Ahmad menanyakan biaya belajar nya, dan saya menjawab sesuai yang ada di web bila pelatihan di tempat kami. Namun karena pastinya tidak familiar alamat kami, beliau request untuk proses belajar berlangsung di hotel tempatnya nginap saat di Jakarta dengan menambah biaya hingga 50% dari harga normal, tentunya saya langsung setuju saja.

Walau tentunya senang karena ada kompensasi harga tapi itu bukanlah alasan utama, lebih kepada ini adalah kesempatan langka dan peluang ke depan kemungkinan untuk bekerja sama, siapa tahu ini menjadi semacam milestone untuk Go International, amiin.

Semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk encik Ahmad sehingga mendapatkan hasil yang maksimal selama belajar bersama Dipanet dan pada akhirnya memberi kesan istimewa saat beliau kembali ke Malaysia.

Demikian share small winning kami semoga bermanfaat.

salam online


Ivan

Selengkapnya......

2.04.2009

0

Re-Design web toko online sebuah strategi

belajar internet

Menurut survei terakhir the internet retailer untuk membangun web commerce / web store yang menghasilkan traffic dan sales, peritel online membuat halaman interaktif, review pelanggan, video dan fitur canggih lainnya. Peritel juga mengoptimasi web nya dan mendesain ulang website nya untuk mempercepat navigasi dan kinerjanya.
Dari survei ditemukan 49% peritel online mengubah desain webnya dalam 1 tahun terakhir, 26,6 % dalam 6 bulan terakhir dan 13,3% dalam 90 hari terakhir.
Desain ulang website merupakan salah satu pendekatan strategi untuk peningkatan bisnis peritel online. Dari data survei 81,7% peritel mengharapkan peningkatan tingkat kunjungan dan konversi belanja dengan desain web yang baru. Dibanding 50% peritel yang terapkan strategi layanan pelanggan yang lebih baik atau hanya 48,3 % untuk penjualan multi produk

Di masa sebelumnya web peritel online hanya fokus pada tampilan yang indah untuk menarik calon pembeli online. Namun saat ini desain baru web toko online lebih fokus pada kecanggihan proses belanja online. Menurut survei The Internet Retailer 43,3% peritel akan update web nya dengan tambahan video, 36,7 % dengan review pelangggan dan 35% dengan bantuan konfigurasi produk.

Peritel online yang ingin selalu terdepan dalam dunia ritel online tidak dapat hanya merubah tampilan grafik pada homepage. Desain web toko online yang sukses dibuat berdasarkan studi bagaimana calon pelanggan berinteraksi dan pengalaman belanja yang mudah dan menyenangkan. Intinya desain web toko online harus bisa memberikan peningkatan bisnis ritel onlinenya.
web design
Sudahkah anda pemilik toko online merubah tampilan web anda dalam kurun waktu tertentu? Apakah tampilan web anda saat ini sudah cukup menarik pelanggan baru atau telah berhasil mempertahankan pelanggan lama untuk tetap kembali dan kembali lagi berbelanja.
Salah satu web toko online utama di Indonesia bhineka.com dalam kurun waktu 10 tahun telah berganti desain sebanyak 19 kali atau hampir 2 kali re-design per tahun.

Ini kutipan dari backstage bhineka.com :

“Desain yang kami luncurkan pada penghujung 2007 ini merupakan desain ke-19 sejak Bhineka.Com online pertama kali pada 1999. Artinya, selama 8 tahun sejak diluncurkan, rata-rata lebih dari 2 kali dalam setahun kami berganti desain. Namun desain ke-18 sebelumnya memang desain terlama yang bertahan selama 3 tahun lebih, hampir seluruh dari design tersebut selalu dilakukan oleh tim internal kami sendiri. Kami percaya, melalui design pun kita bisa menunjukan kepada dunia dan kita sendiri tentang kemampuan bangsa Indonesia.”

Menurut survei The internet Retailer, 40% peritel online mengerjakan sendiri proses desain ulang, 20% dikerjakan oleh kombinasi antara staf internal dan web developer pembuat. Dan 15% akan memberikan desain ulang pada web developer yang baru. Peritel yang mengerjakan sendiri desain webnya, 80% memperkerjakan minimal 3 orang web web developer

Walau hasil-hasil survei ini dilakukan di Amerika tapi dengan perkembangan bisnis online di Indonesia saat ini, fenomena ini akan terjadi dalam waktu yang singkat.

Bagi peritel online di Indonesia strategi Re-design website juga bisa dilakukan dengan cara-cara di atas, mengerjakan oleh tim internal sendiri, atau memesan ke pihak ketiga atau juga kombinasi keduanya.

Bisnis seperti yang dimiliki Dipa Mitra Cyber yang bergerak dibidang Internet Academy dan juga Web Development, merupakan solusi bagi kebutuhan re-design website bisnis anda. Bagi yang ingin mengerjakan website sendiri, bisa belajar membuat website di program internet academy seperti workshop 1 hari atau kursus intensif. Sementara yang lebih senang memesan yang langsung jadi, bisa melalui bagian web developer dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.


Sudahkah anda menerapkan strategi re-design ulang website bisnis anda untuk lebih meningkatkan bisnis anda tahun ini? Perlu untuk dipertimbangkan.


Selengkapnya......

2.03.2009

0

Dipanet hadir di Fatmawati Jakarta

CEO Dipa Cyber menandatangani MOU

Pembina LPTTI menandatangani MOU

Alhamdulillah mulai hari senin 2 februari 2008 bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Teknologi Terapan (LPTTI) telah dibuka lokasi pelatihan internet Dipanet di wisma subud Jl RS fatmawati Jakarta Selatan.


Kedua lembaga telah melakukan penandatanganan MOU kerjasama bertempat di kantor LPPTI di Wisma Subud.

Dipanet yang mengkhususkan diri pada pelatihan internet dengan tagline ‘belajar internet pasti bisa atau gratis’ menggandeng LPTTI sebagai lembaga pelatihan di bidang teknologi terapan berpengalaman, berdiri sejak 2004 telah menghasilkan sekitar 700 alumni wirausaha dibidang handphone, computer dan multimedia.

Kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan penetrasi pasar Dipanet di jaringan bisnis dan alumni LPTTI di seluruh Indonesia. Dan bagi LPTTI dengan menggandeng Dipanet bisa menciptakan pasar baru khususnya di bidang internet.

Dipanet Fatmawati rencana akan mulai menyelenggarakan pelatihan internet di pertengahan bulan februari ini. Semua kelas pelatihan internet akan dibuka mulai dari seminar, workshop dan kursus.

Dengan dibukanya Dipanet Fatmawati semoga lebih memudahkan yang ingin belajar internet di daerah jakarta selatan dan sekitarnya, yang selama ini terkendala jarak.

Ayo belajar internet, Dipanet semakin dekat dengan lokasi anda.


Selengkapnya......

12.17.2008

0

Mendulang Rupiah dari Toko Online


Internet kini menjadi tulang punggung pemasaran produk, tidak terkecuali untuk bisnis fesyen. Peluang bisnis ini ditangkap para pengusaha fesyen. MEMBACA berita di media dotcom, itu sih sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Membeli buku lewat toko daring, itu juga jamak. Sesudah pilih judul dan cocokkan harga, bisa langsung transfer uang dan menunggu buku pesanan dikirim.

Tapi, bagaimana dengan beli baju di toko maya? Bukankah membeli baju identik dengan kegiatan rekreasi. Sembari jalan-jalan ke mal dan mesti diawali dengan pandangan, sentuhan, dan diakhiri dengan acara mengepas di fitting room, baru kemudian membayarnya di meja kasir?

Tanyakan itu pada Agustav Alvi (Alumni Dipanet), pemilik Dromedary Collection ini. Ia mengaku menggunakan toko online-nya sebagai tulang punggung pemasaran pakaian anak muslim yang diproduksinya. Kendati ia juga masih menggunakan sistem keagenan, kontribusi penjualan via toko daringnya tak bisa dipandang sebelah mata.

"Total produksi kita 3.000 pieces setiap bulannya. Kita pakai sistem penjualan keagenan dan online. Jadi, orang tinggal lihat di website, pilih produk, pesan via online, transfer lalu kita kirim barangnya. Mereka bisa belanja sebagai agen atau juga ritel," kata Agustaf yang mengaku berkat toko daringnya ia punya pembeli dari Malaysia hingga Eropa.


Peluang bisnis ini ditangkap oleh sebagian pengusaha yang menurut pakar marketing Hermawan Kertajaya menggunakan gaya new wave marketing, gelombang pemasaran baru di dunia pemasaran yang memasukkan teknologi informasi sebagai tulang punggung penjualan mereka.

Muhammad Rosihan, pemilik Saqina.com yang juga mantan profesional di bidang teknologi informasi, telah membuktikannya. Toko online memiliki prospek bagus ke depan. Pasalnya pengguna internet terus meningkat, biaya akses makin murah dan mudah. Hasil survei saat ini, 44% dari 32 juta pengguna internet mengakses internet setiap hari. Sebanyak 70%-nya mengakses rata-rata 2 jam per hari.

"Ini mendekati kebiasaan menonton TV. Sedangkan sisanya mengakses internet dua hingga tiga kali seminggu, selama 1 hingga 2 jam," kata Rosihan meyakinkan.

Artinya ada sekumpulan calon pelanggan potensial di internet yang bisa ditarget. Dan kabar baiknya lagi, pengguna internet ini daya belinya cukup baik. Pola belanja masyarakat sekarang pun sudah berubah. Berbeda dengan cara belanja masyarakat dulu yang belum bisa yakin dengan produk yang dibelinya sebelum ia datang dan melihat barang dengan langsung.

"Alasan mereka, waktu dan praktis. Cukup dengan duduk di depan komputer, bayar dan pesanan mereka pun datang. Kan semua model ada keterangan bahan, ukuran yang detail, warna dan keterangan yang jelas, juga jaminan pengembalian," jelas Rosihan.


Pasar potensial

Jika Agustav memadukan bisnis toko daringnya dengan usaha konveksi dan merek fesyen yang dirintisnya, Rosihan menggabungkan saqina.com dengan toko darat yang didirikannya di beberapa kota.

"Beda dengan toko offline Saqina yang market-nya terbatas, hanya di kabupaten atau kota tertentu, Saqina.com bisa diakses oleh konsumen dari belahan dunia mana pun. Potensi market size-nya adalah 32 juta pengguna internet di Indonesia," kata Rosihan.

Berbisnis online juga efektif buat mereka yang belum mampu atau memang tak berminat mengalokasikan modalnya buat sewa kios yang konon kerap menjerat leher para pedagang. Jadi, kuncinya jeli memilih penyuplai buat toko, carilah pemasok yang memberikan diskon yang memadai buat memutar roda bisnis.

Merek busana muslim Manet yang didirikan Badroni Yuzirman, misalnya, bahkan memberlakukan aturan tukar barang dan uang kembali pada agennya. Kendati kelenturan ini disertai syarat tertentu, ini jelas membuat para agennya lebih nyaman. Ini yang membuat Manet kini punya ratusan agen yang setia.

Pebisnis toko daring, kata Agustaf, mestinya juga tak berhenti dengan hanya memajang barang dagangan di situsnya. Agustaf mengaku ia juga mengoptimalkan internet buat melakukan ekspansi buat bisnis fesyennya sekaligus mendiversifikasi usahanya. Anda tertarik?

Gusvarice/Zat/M-3

Media Indonesia.

Selengkapnya......

12.15.2008

0

Program Afiliasi Dipanet Launching

Bersama ini diumumkan kami Dipa Mitra Cyber khususnya Dipa Internet Academy launching Program Afiliasi Dipanet (online system) untuk produk-produk pelatihan Dipanet.
Setelah selama ini berlangsung secara offline system (tidak secara otomatis). Beberapa yang telah mendapatkan komisi afiliasi diantaranya Mbak Febry.


Mbak febri menerima fee afiliasi dari Dipanet



Silahkan daftarkan diri anda dan dapatkan komisi yang menarik dari Program Afiliasi Dipanet ini.
Untuk pendaftaran silahkan klik link dibawah ini

http://dipaweb.com/main/dipaafiliasi/index.php

Bagi yang belum familiar dengan program afiliasi, berikut gambaran sistem kerjanya :

1. Daftarkan sebagai member afiliasi
2. Dapatkan link referensinya di member area
3. Tempatkan link referensi di blog atau web anda.
4. Apabila ada yang mendaftar / order tiket pelatihan dipanet dari blog/web anda maka berhak dapat komisi afiliasi.
5. Transfer komisi akan dilakukan dalam 2x24 jam, bila pembeli tiket telah membayar tiketnya.

Demikian press release kami, Silahkan bergabung dan dapatkan penghasilan online anda dari program afiliasi Dipanet


salam sukses online



Rivani 'Ivan' Arbie
www.dipaweb.com

Selengkapnya......